Senin, 19 Oktober 2015

Paket Perikanan Nasa Makassar

Untuk pemupukan kolam dengan menggunakan produk NASA lebih praktis dibandingkan menggunakan pupuk kandang yang harus diolah terlebih dahulu hingga menjadi pupuk kandang yang siap pakai. Gunakan produk TON sebagai pupuk kolam dengan dosis : 1 sendok makan dicampurkan pada 10 liter air kemudian disiramkan ke kolam.


Pemberian TON yang baik saat setelah olah tanah dan pengeringan dasar kolam, dimana kolam dimasukkan air hingga ketinggian 10-20 cm, kemudian siramkan produk TON biarkan selama 4-5 hari untuk membentuk pakan alami ikan yaitu plankton terlebih dahulu serta pengkondisian kolam agar siap untuk ditebar ikan. Setelah 4-5 hari dari penyiraman TON pada kolam, masukkan kembali air ke kolam hingga ketinggian air sekitar 60-80 cm, kemudian baru masukkan bibit ikan / lele. Sebaiknya pemasukkan bibit lele saat pagi hari atau sore hari dimana suhu permukaan kolam tidak terlalu panas.
Produk NASA selanjutnya yaitu VITERNA Viternadan POC NASA Untuk meningkatkan nafsu makan ikan, memacu pertumbuhan ikan, meningkatkan kesehatan ikan sehingga angka kematiannya dapat ditekan seminimal mungkin. Viterna dan POC NASA berasal dari bahan-bahan alami. Viterna dan POC NASA merupakan nutrisi murni yang mangandung protein, vitamin, mineral dan energi. Caranya : 2 produk NASA tersebut di campur terlebuh dahulu menjadi satu larutan, dosis : 1 tutup botol campuran 2
Produk NASA tersebut dicampurkan pada 1 liter air kemudian disemprotkan atau dicampurkan pada per 3 kg pakan pelet ikan, dikeringanginkan sekitar 5 menit agar cairan produk NASA dapat meresap kedalam pakan pelet, baru kemudian diberikan kepada ikan.

Minggu, 18 Oktober 2015

Ikan Bawal Nasa






IKAN BAWAL umur 67 hari, Berat 600 gram.
Produk NASA: VITERNA, POC NASA, dan HORMONIK
Di Karamba Jala Apung Waduk Cirata

Senin, 12 Oktober 2015

Contact


 Distributor Nasa Makassar
Hamsah
Toko Karunia Aquarium
Jln Airport no 1 Perempatan Bandara Lama 

Makassar
081-355-017-489

Senin, 05 Oktober 2015

IKAN NILA DENGAN TEKNOLOGI NASA



Salah satu komoditas perikanan air tawar yang cukup menjanjikan prospeknya  adalah budidaya ikan nila. Kebutuhan ikan nila yang cukup tinggi di pasaran khususnya untuk segmen rumah makan dan restoran menjadikan para peternak ikan sangat bergairah untuk berbudidaya ikan nila. Ikan nila memiliki rasa dan tekstur daging yang khas sehingga sangat cocok untuk dimasak dengan berbagai cara.
Demikian pula yang dilakukan oleh para petani ikan nila di daerah karanganom, klaten, Jawa Tengah yang tekenal dengan sentra ikan nila Jawa Tengah, bahkan Indonesia. Para peternak ikan nila didaerah ini sudah cukup lama menggeluti budidaya ikan nila khususnya nila merah sehingga mereka sangat mengetahui berbagai kendala yang terjadi selama proses pembesaran ikan nila merah, seperti pertumbuhan yang kurang maksimal dan angka kematian ikan nila yang masih cukup tinggi.

Hingga pada akhir tahun 2012 para peternak ikan nila daerah tersebut mengetahui dan mulai menggunakan produk NASA seperti Viterna, POC NASA dan Hormonik untuk dicampurkan pada pellet yang berperan sebagai sumber vitamin dan mineral untuk memacu pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh ikan sehingga pada umur 50-55 hari para peternak sudah melakukan panen dengan size 1 kg isi 4-5 ekor ikan siap konsumsi.
Dengan jumlah tebar ikan sebanyak 700 kg dengan size 1kg isi 15-20 ekor bibit nila selama 55 hari dibesarkan ternyata kematiannya hanya 20 kg atau sekitar 2,8%. Dengan hasil ini para peternak ikan di daerah karanganom klaten semakin bersemangat untuk terus berbudiaya ikan nila sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mengembangkan usaha budidaya ikan nilanya untuk menjadi lebih besar.

TERNAK SAPI POTONG TeknologOrganik Nasa

Permintaan produk-produk hasil peternakan seperti daging sapi dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya daging sapi sebagai sumber protein tinggi bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Tetapi perkembangan terakhir menunjukkan bahwa produksi daging sapi menghadapi tantangan besar, seperti produksi jumlah dan kualitas daging sapi yang rendah, semakin tingginya harga pakan sehingga menyebabkan membengkaknya biaya produksi para peternak. Oleh karena itu perlu dilakukan pengoptimalan program Intensifikasi Peternakan Sapi Potong, salah satunya melalui peningkatan teknologi pakan yang benar dan tepat.

Teknologi PIKATI NASA memberikan solusi intensifikasi produksi untuk semua komoditi ternak dan ikan termasuk sapi pedaging atau sapi potong. Teknologi PIKATI NASA memberikan semua zat nutrisi yang dibutuhkan ternak dan ikan secara lengkap : Vitamin, Mineral, Protein, Lemak dan Energi yang sangat berguna bagi percepatan pertumbuhan dan perkembangan sapi potong.

Teknologi PIKATI NASA telah teruji secara :
  1. 1. MULTI KOMODITI
Telah digunakan pada semua jenis ternak (sapi potong, sapi perah, ayam pedaging, ayam petelur, puyuh, bebek pedaging, bebek petelur, kambing, domba, kelinci, binatang peliharan, babi)
  1. 2. MULTI LOKASI
Telah digunakan oleh peternak di seluruh Indonesia, baik peternak mandiri, peternak kemitraan, perusahaan peternakan, lembaga penelitian peternakan
  1. 3. MULTI WAKTU
Telah dipasarkan sejak tahun 2002

KEUNGGULAN DAN MANFAAT TEKNOLOGI PIKATI NASA PADA TERNAK SAPI POTONG  :
  • Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik
  • Merupakan pakan pelengkap yang berperan sebagai sumber protein, mineral dan vitamin.
  • Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Mempercepat adaptasi sapi terhadap pakan, pada saat pertama kali masuk kandang.
  • Mengurangi kestresan pada sapi, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah sapi divaksinasi atau saat sapi dalam proses pengobatan
  • Mempercepat pertumbuhan sapi dengan meningkatkan kuantitas (peningkatan pertumbuhan berat badan harian rata-rata (ADG=Average Daily Gain)
  • Mengurangi bau kotoran
  • Meningkatkan kesehatan sapi
  • Meningkatkan kualitas daging sapi dengan warna lebih merah, padat dan rendah lemak.

CARA PENGGUNAAN :
  • Produk yang digunakan : VITERNA, POC NASA, HORMONIK
  • Kandungan VITERNA, POC NASA, HORMONIK : Protein, mineral, vitamin, lemak, energi yang berasal dari bahan-bahan organik/alami, bukan kimia/sintetik.
  • Cara pemakaian dan dosis :
VITERNA, POC NASA dan HORMONIK masing-masing 1 botol  dicampur menjadi satu larutan terlebih dahulu. Dosis pemakaian : 2 tutup botol campuran 3 produk NASA tersebut per ekor per hari. 1 tutup pada pagi hari dan 1 tutup pada sore hari. Produk NASA tersebut dicampur pada pemberian pakan konsentrat pagi dan sore hari.
  • Waktu pemberian : Pagi dan sore hari

KESAKSIAN TEKNOLOGI PIKATI NASA PADA BUDIDAYA SAPI POTONG
Parameter PAKAI NASA

PRATAMA FARM
Tasikmalaya, Majalengka, jawa barat
Jenis sapi : simmental, limousin
Umur sapi : 1,5 tahun
Jumlah : 300 ekor
Pemeliharaan selama 3 bulan setelah pakai produk NASA, perkembangan sapi sangat signifikan, berat sapi bakalan rata-rata 400-450 kg perekor saat masuk kandang pertama kali, setelah 3 bulan berat rata-rata panen 600 kg perekor, ADG sebesar 1,67

Bapak Budiman
Jomblangan, Banguntapan, Bantul, Jogjakarta
Jenis sapi : Peranakan Simmental
Umur sapi : 1-2 tahun
Berat sapi setelah 40 hari mengalami kenaikan tajam sekitar 80-100%, sapi menjadi lebih gemuk dan sehat

Bapak Jumadi
Dusun Ngroto, Kelurahan Blumbang, Tawangmangu ,Karang Anyar - Jawa Tengah
Jenis sapi : Peranakan Simmental
Umur : 14 bulan
Berat sapi setelah 2 bulan pemliharaan 3,5 kuintal
Nafsu makan mengalami kenaikan drastis sehingga pertumbuhan sapi sangat cepat
Kotoran lebih kering dan tidak berbau
Sapi dalam kondisi sehat dan prima, tidak terdapat penyakit

Fajar Ramdan, S.Pt.
Kp.Kaliangsana desa Kaliangsana kec. Kalijati, Subang
Jenis sapi : SX
Umur sapi :  12 - 18 bulan
ADG (Pertumbuhan Berat Badan Harian) rata-rata yang pakai NASA sebesar 0,64 kg/ekor/hari , lebih besar dibandingkan yang tidak pakai NASA sebesar 0,55 kg/ekor/hari

Suhardiyono
Jembangan, Segoroyoso, Pleret,  Bantul, Jogjakarta
Jenis : Peranakan Ongole
Umur sapi : 1,5 – 2 tahun
Nafsu makan meningkat, tidak ada pakan tersisa, pertambahan berat badan rata-rata per harinya : 1kg,  saat dipotong daging sapi lebih padat dan berat

Bapak Wayadi
Sumberdalem, kertek, Wonosobo, Jawa Tengah
Jenis sapi : Peranakan Simmental
Umur sapi : 1,5 tahun
Nafsu makan meningkat tajam dalam 1 minggu, selama 1 bulan lingkar dada sapi bertambah 8 cm
Bapak Madiono
Desa Rapak Lambur, Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur
Umur sapi : 1,5 tahun
Sapi mau makan hijauan apa saja yang diberikan baik kering atau basah, kotoran ternak menjadi lebih sedikit, kering dan tidak berbau, Nafsu makan meningkat lebih baik dari sebelumnya, sapi pejantan mampu mengawinkan sapi betina lebih banyak dari sebelumnya, kulit sapi terlihat lebih halus dan mengkilat

Bapak Asoy
Sengiri, Selakau, Sambas, Kalimantan Barat
Jenis Sapi : Peranakan Ongole, peranakan simmental
Umur  : 1-2 tahun
Nafsu makan menjadi tinggi, sapi terlihat sangat sehat, Pertumbuhan menjadi lebih baik dan lebih gemuk, sapi jarang terkena penyakit

Bapak Sukarman
Seputihrahman, Lampung Tengah, Lampung
Jenis Sapi : Simmental, Limousin, peranakan ongole, sapi bali
Umur : 1,5 – 2 tahun
Sapi yang baru masuk kandang bisa lebih cepat makan konsentrat daripada sebelumnya (maksimal 7 hari), hasil daging yang diperoleh dengan berat hidup 390 kg   sebesar 160 kg (meningkat 41% daripada sebelumnya dengan berat sapi hidup sebesar 390 kg hanya mendapat 130 kg), biaya pengeluaran obat-obatan menjadi menurun